Belajar Bersama Secara Online tentang Smart City for Advancing Society


sumber: http://aemstatic-ww1.azureedge.net

Pada suatu acara di kampus, ada kerjasama antara sebuah lembaga dengan kampus, yaitu belajar bersama secara online.
Materinya tentang Kota dan Komunitas.
Panitia mengadakan sebuah seminar berjudul Smart City for Advancing Society. Yaitu sebuah gerakan internasional, atau global movement, dimana pemerintah kota dari berbagai kota berkolaborasi memecahkan masalah. Tujuannya membuat kota aman dan tidak banyak waste. Artinya waste di sini, bukan hanya sampah, tetapi pemborosan dalam banyak hal. Antara lain, pemborosan waktu dan energi.
Karena disiarkan secara langsung dan mendunia, tentu saja disiarkan dalam bahasa Inggris.

Sebelum acara diskusi, diputar dulu sebuah film pendek tentang kondisi kota di berbagai belahan dunia.
Ada 3 orang penyayi dalam seminar tersebut. Sayang kurang jelas informasinya, pakar-pakarnya siapa saja.
Secara garis besar, para penyaji mengajak seluruh penduduk kota-kota di dunia untuk membuat strategi kota pintar.
Kota pintar, terjemahan dari smart city, seringkali dianalogkan dengan smart phone. Segalanya bisa dilakukan dengan hanya satu ponsel. Tapi, orang seringkali lupa, bahwa siapa yang mengendalikan ponsel tersebut. Kan tidak bisa mengoperasikan sendiri, bukan? Demikian pula dengan smart city, bukan berarti seluruh penduduk kota menggunakan ponsel pintar, lalu otomatis kotanya canggih.
Kota sekarang semakin tidak nyaman untuk dihuni. Kemacetan merupakan salah satu pemborosan energi dan waktu. Berapa waktu yang terbuah di jalan, bila seseorang akan bepergian pulang pergi dari rumah ke kantor.

Dengan strategi kota pintar tentu saja sangat tergantung dengan digitalisasi kota secara berkesinambungan. Warganya harus pandai menggunakan sistem didital untuk berkegiatan. Mungkin bisa diciptakan lapangan pekerjaan dan penyebarluasan informasi melalui website. Diciptakan proyek bersama yang komunikasinya melalui internet, sehingga tidak harus bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Dengan demikian mengurangi pengguna jalan, dan mengurangi kemacetan.

Kota semakin hari semakin kompleks. Setiap detik ada 2 orang yang tumbuh di kota. Berarti kebutuhan sumber daya alam akan terbatas, padahal kota harus bisa menghidupi dirinya sendiri. Dibutuhkan sustainability city.
Bukan hanya masalah transportasi yang menimbulkan kemacetan. Kota juga membutuhkan ruang terbuka untuk aktifitas penduduknya. Warga kota haruslah sehat dan mempunyai ciri khas.
Ciri khas kota-kota yang mencari solusi dan cara berbudaya tiap kota berbeda.
Misalnya kota pantai, seperti Jakarta atau Semarang, tak lepas dari dampak pasang air laut. Kepadatan kota yang tak terkontrol dengan membangun tanpa memperhatikan batasan building coverage, menyebabkan seluruh permukaan tanah tertutup bangunan. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan banjir.

Sesudah masing-masing penyaji presentasi, barulah diadakan diskusi secara online.
Sangat menarik sebetulnya acaranya, bila saja sinyal komunikasi tidak putus sambung.
Tetapi, hal ini dapat diatasi dengan meminta peserta menuliskan pertanyaan (texting), sesudah itu penyaji menjawab pertanyaan tersebut.
Para penanya memang tersebar, dari Belanda, Aceh, Tangerang, hingga Papua.
Masing-masing menceritakan kendala di daerahnya masing-masing.
Menarik, pertanyaan dari seorang mahasiswa di Belanda, bahwa Belanda yang negaranya di bawah permukaan air laut, ternyata bisa bebas banjir. Mungkin bisa juga diterapkan teknologi tersebut di kota-kota pesisir.

Kota cerdas bukan hanya adopsi teknologi. Tetapi, kota yang mempunyai kerangka kerja, dan konsep untuk menjalankan kota seperti apa. Sudah siapkah kita sebagai penduduk kota menjadi warga kota yang cerdas?

Ngambil S3

degrees-diploma_600x315 copy

Sekali-sekali posting curhatan ah, kayak postingannya mbak Innnayah, Nikah atau S2.
Bukan sih, bukan mau milih.
Dulu, alasan menempuh S2 karena saya mengajar sebagai dosen.
Waktu itu belum ada keharusan untuk menjadi dosen wajib S2 terlebih dahulu.
Bahkan yang berminat jadi dosen pun ga ada.
Rata-rata lebih suka mroyek atau kerja di konsultan.

Baca lebih lanjut

Membuat Yogurt Sendiri

Yogurt atau yoghurt adalah produk susu yang telah difermentasikan dengan tambahan bakteri tertentu.
Karena rasanya asam, banyak yang keliru, bahwa yogurt adalah susu asam atau susu rusak yang tak layak konsumsi.
Padahal yogurt sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, sama halnya dengan produk susu lainnya.
Susu yang bisa dibuat untuk yogurt selain susu sapi, bisa susu kambing, susu kerbau, atau susu kedelai.
Di negara tertentu, susu onta juga bisa dimanfaatkan dibuat yogurt.

Baca lebih lanjut

Berselancar Menembus Batas Berkat Modem

kopisusu

Kejadiannya sudah lama banget, sampai lupa tahun berapa.
Mungkin duapuluh tahun yang lalu.
Waduh, ketahuan umur, nih, saya.
Ceritanya, saya menghadiri seminar internet di gedung Telkom jalan Surapati, Bandung.
Sponsornya sebuah provider, Global apa gitu.
Kalau tidak salah provider pertama di Bandung.
Saya memang tertarik yang namanya internet. Apalagi waktu itu masih baru banget.

Baca lebih lanjut

Rupa Dasar

Matakuliah Rupa Dasar mengajarkan penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang, dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Rupa Dasar di beberapa perguruan tinggi, matakuliah ini bernama Nirmana, terbentuk dari dua kata yaitu nir yang artinya tidak dan mana artinya makna. Jika digabungkan artinya tidak bermakna atau tidak mempunyai makna. Tujuan utama dari matakuliah ini adalah membentuk dari elemen-elemen visual yang yang semula tidak mempunyai makna misalnya lambang-lambang berbentuk segiempat, segitiga, lingkaran dan lain-lain. Kemudian diramu dengan komposisi warna, irama, dan tekstur sehingga membentuk makna tertentu. Atau ada juga yang memberi nama matakuliah ini sebagai Estetika Bentuk.

Agar pembelajaran matakuliah Rupa Dasar ini lebih tepat sasaran, umumnya mengelompokkannya menjadi dua materi bahasan, yaitu pertama Dwimatra atau dua dimensi yaitu mengolahnya hanya pada bidang datar saja.

Kemudian yang kedua, Trimatra atau tiga dimensi, yaitu mengolahnya pada ruang yang mempunyai volume.

Baca lebih lanjut

Strategi Belajar di Perguruan Tinggi

cover fsrdSahabat muda yang masih duduk di bangku SMA, apa yang kalian bayangkan bila kalian kuliah nanti? Mungkin kalian memperhatikan kakak di rumah, saudara atau tetangga depan rumah. Berangkat kuliah kadang pagi, kadang sore, kadang di rumah seharian. Berbeda dengan kalian yang harus berangkat tiap pagi ke sekolah, ada yang selama enam hari dalam seminggu, atau lima hari dalam seminggu. Apapun itu, kalian harus berangkat ke sekolah tiap hari bukan? Sepertinya enak menjadi mahasiswa yang tidak perlu ke sekolah tiap hari, bisa pulang malam, dan utamanya lagi tidak perlu pakai seragam SMA.

 

Baca lebih lanjut