Ngambil S3

degrees-diploma_600x315 copy

Sekali-sekali posting curhatan ah, kayak postingannya mbak Innnayah, Nikah atau S2.
Bukan sih, bukan mau milih.
Dulu, alasan menempuh S2 karena saya mengajar sebagai dosen.
Waktu itu belum ada keharusan untuk menjadi dosen wajib S2 terlebih dahulu.
Bahkan yang berminat jadi dosen pun ga ada.
Rata-rata lebih suka mroyek atau kerja di konsultan.

Baca lebih lanjut

Membuat Yogurt Sendiri

Yogurt atau yoghurt adalah produk susu yang telah difermentasikan dengan tambahan bakteri tertentu.
Karena rasanya asam, banyak yang keliru, bahwa yogurt adalah susu asam atau susu rusak yang tak layak konsumsi.
Padahal yogurt sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, sama halnya dengan produk susu lainnya.
Susu yang bisa dibuat untuk yogurt selain susu sapi, bisa susu kambing, susu kerbau, atau susu kedelai.
Di negara tertentu, susu onta juga bisa dimanfaatkan dibuat yogurt.

Manfaat yoghurt antara lain:
. Kaya vitamin. Yogurt mengandung vitamin dan mineral antara lain: kalium, fosfor,
riboflavin, yodium, seng, dan vitamin B5.
. Kaya protein sama halnya dengan susu, sehingga dapat melengkapi program diet.
. Kaya kalsium sehingga dapat mencegah osteoporisis.
. Mencegah darah tinggi. Makanan masa kini banyak mengandung garam. Konsumsi terus menerus dapat menyebabkan darah tinggi. Sedangkan kalium yang terkandung dalam susu, dapat mengikat sodium pada garam sehingga membantu mengeluarkan dari tubuh.
. Menyehatkan gigi. Asam laktat yang ada pada yogurt membantu memberikan perlindungan pada gusi.
. Membantu pencernaan. Prebiotik (bakteri yang menguntungkan) dalam produk yogurt membantu pencernaan dan menyeimbangkan mikroflora pada usus.

Baca lebih lanjut

Berselancar Menembus Batas Berkat Modem

kopisusu

Kejadiannya sudah lama banget, sampai lupa tahun berapa.
Mungkin duapuluh tahun yang lalu.
Waduh, ketahuan umur, nih, saya.
Ceritanya, saya menghadiri seminar internet di gedung Telkom jalan Surapati, Bandung.
Sponsornya sebuah provider, Global apa gitu.
Kalau tidak salah provider pertama di Bandung.
Saya memang tertarik yang namanya internet. Apalagi waktu itu masih baru banget.
Pendek cerita, provider ini mempromosikan sebagai satu-satunya di Bandung,
menceritakan tentang dunia cyber yang waow banget deh.
Kalau tidak salah, peserta seminar ditawari mendaftar sebagai anggota.
Nah, berlangganannya harus pakai kartu kredit, bayarnya pakai dollar pula.
Pokoknya provider ini bangga lah, karena ngelink ke luar negeri gitu.
Waduh, saya kan jadi terpesona.
Peserta diminta mengisi secarik kertas untuk mendaftar dan sekalian nanti sebagai data untuk diundi.
Ya saya daftarlah. Tujuannya sih daftar sebagai konsumen provider.
Bukan untuk undian.

Baca lebih lanjut

Silaturahim Virtual

Sesuai adabnya bersilaturahim adalah saling bertemu dan bertegur sapa
menanyakan kabar masing-masing.

download (1)

sumber gambar: appannie.com

Sebuah hadis bahkan menguatkan bahwa, silaturahim memanjangkan usia.
Seperti tertulis di bawah ini:
Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

“Belajarlah dari nasab kalian yang dapat membantu untuk silaturrahim karena silaturrahim itu dapat membawa kecintaan dalam keluarga dan memperbanyak harta, serta dapat memperpanjang umur.”
Bagaimana tidak, sesudah bersilaturahim sambil bersalam perpisahan, biasanya saling
mendo’akan supaya sehat dan diberi keberkahan. Oleh sebab itu rindu akan berjumpa
lagi pasti terbilang.
Peribahasa pun disebutkan:

Kalau ada sumur di ladang,
Bolehlah kita menumpang mandi
Kalau ada umur panjang,
Bolehlah kita bertemu lagi

Indahnya silaturahim menjadi warna kehidupan manusia sejak jaman dahulu kala.
Banyak upaya untuk saling bersilaturahim.
Kumpul keluarga, arisan keluarga besar, reuni SMP, reuni SMA, reuni teman kuliah, dan lain-lain.

Jaman berubah.
Teknologi muncul menggantikan peran kehangatan silaturahim.
Gawai pintar beraplikasi media sosial mewarnai kehidupan kita sehari-hari.
Berbagai grup WhatsApp menggantikan keinginan untuk berjumpa.
Alasan sibuk atau jalanan macet menjadi alasan, sehingga tidak perlu-perlu amat hadir.
Grup arisan menjadi sepi, uang arisan kan bisa ditransfer.
Obrolan dilanjutkan saja di grup WhatsApp.
Semakin hari, semakin tidak merasa perlu lagi untuk bertatap muka, berhadapan, bersalaman dengan teman, berpelukan saling rindu antar sahabat.
Kan, gambar wajah mutakhir bisa dikirim melalui kamera telepon pintar.

Yang ada adalah bukan obrolan, tetapi tulisan pada layar telepon.
Komunikasi bukan lagi verbal, lengkap dengan ekspresi dan intonasi suara.
Tidak ada lagi ngobrol bareng dan tertawa.
Semuanya digantikan dengan emoticon lucu.
Marah, tinggal pasang emoticon muka merah, dan alis ke atas, plus tulisan bertandaseru.
Senyum, tertawa ada semua. Mau tertawa jenis apa saja, ada semua.

Tidak sedikit yang salah tafsir dengan gaya tulisan.
Tidak sedikit yang tersinggung karena sms dan Whatsapp.
Tidak sedikit yang terganggu dengan notifikasi pesan masuk dari berbagai grup media sosial.
Misalnya, pada suatu hari seseorang ulangtahun, maka bertubi-tubi teman di satu grup akan mengucapkan ulangtahun.
Bila seseorang ikut hingga sepuluh grup. Maka silahkan saja mendulang ucapan ulangtahun dari ratusan orang.
Karena grup WhatsApp sekarang bisa mencapai 256 orang.
Padahal belum tentu juga kita kenal dengan semuanya.

Boleh dibilang berbagai grup ini telah melampaui batas pintu rumah kita.
Tidak ada lagi janjian, akan bertamu, hanya sekedar ngobrol.
Privacy menjadi terbuka lebar.

Begitulah, silaturahim kita sekarang lebih banyak hanya melalui layar telepon kita.
Padahal kita masih tetap memerlukan kedatangan sahabat, handai taulan dan tetangga
kita bukan?
Paling tidak harus ada orang lain yang mengurus kita bila tiba saatnya meninggalkan dunia yang fana ini.

“Kamu beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya, menegakkan shalat, dan membayar zakat serta menjalin tali silaturrahim.”

Rupa Dasar

Matakuliah Rupa Dasar mengajarkan penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang, dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Rupa Dasar di beberapa perguruan tinggi, matakuliah ini bernama Nirmana, terbentuk dari dua kata yaitu nir yang artinya tidak dan mana artinya makna. Jika digabungkan artinya tidak bermakna atau tidak mempunyai makna. Tujuan utama dari matakuliah ini adalah membentuk dari elemen-elemen visual yang yang semula tidak mempunyai makna misalnya lambang-lambang berbentuk segiempat, segitiga, lingkaran dan lain-lain. Kemudian diramu dengan komposisi warna, irama, dan tekstur sehingga membentuk makna tertentu. Atau ada juga yang memberi nama matakuliah ini sebagai Estetika Bentuk.

Agar pembelajaran matakuliah Rupa Dasar ini lebih tepat sasaran, umumnya mengelompokkannya menjadi dua materi bahasan, yaitu pertama Dwimatra atau dua dimensi yaitu mengolahnya hanya pada bidang datar saja.

Kemudian yang kedua, Trimatra atau tiga dimensi, yaitu mengolahnya pada ruang yang mempunyai volume.

Baca lebih lanjut

Strategi Belajar di Perguruan Tinggi

cover fsrdSahabat muda yang masih duduk di bangku SMA, apa yang kalian bayangkan bila kalian kuliah nanti? Mungkin kalian memperhatikan kakak di rumah, saudara atau tetangga depan rumah. Berangkat kuliah kadang pagi, kadang sore, kadang di rumah seharian. Berbeda dengan kalian yang harus berangkat tiap pagi ke sekolah, ada yang selama enam hari dalam seminggu, atau lima hari dalam seminggu. Apapun itu, kalian harus berangkat ke sekolah tiap hari bukan? Sepertinya enak menjadi mahasiswa yang tidak perlu ke sekolah tiap hari, bisa pulang malam, dan utamanya lagi tidak perlu pakai seragam SMA.

Benarkah demikian?
Menempuh pendidikan di tingkat pendidikan dasar menengah, sejak Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas berbeda dengan cara belajar di Perguruan Tinggi.
Jam belajarnya saja berbeda, antara murid SD dan mahasiswa di PT.
Misalnya pada waktu SD sampai SMA kalian harus masuk sekolah selama lima atau enam hari per minggu, dengan jam sekolah sejak pukul setengah tujuh atau tujuh tepat, sampai pukul duabelas siang atau dua siang.
Maka bila sahabat muda mulai kuliah, kalian belum tentu harus ke kampus tiap hari, karena jadwal kuliah ditentukan berdasarkan kesediaan tiap dosennya.

Kalian tentu membandingkan, berapa waktu yang kalian miliki ketika masih duduk di bangku SMA? 24 jam.
Lalu berapa waktu yang kalian miliki setelah menjadi mahasiswa? 24 jam juga.
Semua orang memiliki waktu yang sama, 24 jam sehari, 168 jam seminggu, 672 jam sebulan, dan seterusnya.

Lalu apa masalahnya hingga ada mahasiswa yang drop-out atau gagal menyelesaikan kuliahnya.

Kuncinya adalah di manajemen waktu.
Waktu merupakan sumber daya yang tak terbarui dan tidak dapat disimpan, bila ia telah berlalu tidak ada seorangpun yang dapat mengembalikannya.
Adakalanya kita selalu mengatakan tidak cukup waktu, padahal yang terjadi adalah kita tidak memakai waktu seperti yang kita inginkan.
Dengan manajemen waktu, kalian memiliki peluang untuk menggunakan waktu sebagai sumber daya yang paling berharga dengan cara yang kalian tentukan sendiri.

Luangkan waktu beberapa menit untuk membuat tabel manajemen waktu berikut ini.
Susunlah waktu yang kalian habiskan dalam seminggu untuk berbagai kegiatan.
Kalian dapat mengelompokkan kegiatan menjadi beberapa ka
tegori misalnya kuliah, belajar, tidur, makan, olahraga, organisasi, hangout, waktu perjalanan, dan lain-lain.
Isikan kategori kegiatan dan waktu yang diperlukan untuk satu minggu, jumlah waktunya harus 168 jam.

Kalian dapat memperinci kegiatan tersebut di atas per hari, dengan catatan semua aktivitas yang kalian lakukan tetap seimbang. Artinya, selain kegiatan perkuliahan, studio, mengerjakan tugas, organisasi dan lain-lain, kalian harus cukup istirahat.

Jadwal yang kalian susun antara lain mengandung:
* Daftar kegiatan yang akan dilakukan selama seminggu. Misalnya, kuliah, belajar bersama, membuat tugas, hang-out, beres-beres, tidur dan istirahat.
* Skala prioritas dari setiap kegiatan. Misalnya, urutan pertama adalah kuliah. Urutan terakhir aktif di himpunan. Jangan dibalik.
* Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tersebut. Berapa jam kuliah dan membuat tugas. Dan berapa jam tidur per hari.
* Alokasi waktu yang pas untuk setiap kegiatan. Setiap orang mempunyai kebiasan belajar yang berbeda. Ada yang lebih suka belajar pagi hari sesudah shalat subuh. Ada pula yang lebih mudah mencerna materi dan mengerjakan tugas malam hari sesudah makan malam.

Nah, perhatikan lagi tabel yang sudah dibuat, kemudian jumlahkan jamnya.
Pastinya tidak akan lebih dari 168 jam bukan.
Lihat, kalian ternyata mempunyai waktu banyak sekali.

Selamat mengatur waktu dan usahakan konsisten.

Disarikan dari “Kuliah Jurusan Apa? Fakultas Seni Rupa dan Desain”
Penulis: Tri Wahyu Handayani
Diterbitkan oleh: Gramedia Pustaka Utama.
Ukuran buku: 13.5 x 20 cm
Harga: IDR 36.000,-

Antara Perencanaan dan Perancangan

Perencanan dan perancangan.
Sepintas kedua kata tersebut mirip, sama-sama terdiri dari 11 huruf.
Awal kata sama-sama ada p-e dan r. Di tengah ada n-c-a dan n.
Di akhir ada a dan n.
Klop deh.
Istilah awam, keslimur.
Mungkin hanya orang-orang teliti seperti +Salmon Martana yang memperhatikan perbedaan tersebut.
Ketika Salmon khusus inbox ke FB saya tentang kekeliruan tersebut, saya baru tersadar.

“Bu Tri,…. judul yang tercetak di cover salah. Bukan Perancangan Wilayah dan Kota tapi Perencanaan Wilayah dan Kota….”

Saya langsung cek-cek cover buku terakhir saya.
Bagaimana bisa, saya baru menyadarinya sekarang?
Cover atau sampul buku salah.
Walaupun cover dalam, sinopsis di halaman belakang, dan daftar isi sudah betul.

Buku terakhir saya adalah tentang buku seri “Kuliah Jurusan Apa?” yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
Buku ini ditujukan bagi siswa SMP atau SMA yang masih bingung akan kuliah jurusan apa nantinya.
Sampai saat ini saya sudah menulis dua judul untuk buku seri tersebut.
Yang pertama adalah “Kuliah Jurusan Apa? Fakultas Seni Rupa dan Desain”.
Buku yang pertama telah terbit tahun 2015 yang lalu.

Baca lebih lanjut